Tim Liputan 6 SCTV | Seksologi
Liputan6.com, Jakarta: Makin modern dunia ini, makin
aneh-aneh saja keinginan manusianya. Jika dulu banyak wanita ingin
memiliki bentuk hidung yang mancung, payudara yang seksi, dan bentuk
badan yang ideal, maka kini banyak wanita muda yang menjalani operasi
untuk mengukir dan mempercantik daerah intim mereka.
Pembedahan estetik miss "V" ini sebenarnya bukan hal baru, namun banyak
wanita yang belum mengerti risiko dari prosedur yang mereka jalani,
demikian hasil penelitian yang dipublikasikan di the British Journal of
Obstetrics and Gynaecology menyatakan.
Salah satu metode operasi miss "V" yang populer adalah pembedahan
labioplasty atau labiaplasty. Operasi ini dilakukan untuk meremajakan
bibir vagina (labia).
Umumnya wanita yang menjalani operasi ini punya dua alasan, yang pertama
adalah alasan kosmetik. Banyak wanita yang menjalani labioplasty untuk
mengurangi panjang bibir vagina, atau untuk melakukan perubahan pada
organ seksual luar mereka, yaitu mons pubis (daerah lemak di bawah
rambut organ vital) atau labia eksternal/internal (bibir vagina).
Alasan kedua adalah alasan medis. Mereka menjalani labioplasty karena
merasa tidak nyaman akibat bibir vagina yang panjang, terutama saat
berolahraga, dan melakukan hubungan seksual atau ketika mengenakan
celana ketat.
Dari 40 penelitian yang ada menyebutkan, wanita yang menjalani operasi
ini umumnya merasa puas akan hasilnya. Namun bagaimana dampak jangka
panjangnya, terutama soal kepuasan seksual dan ada tidaknya komplikasi
saat menjalani proses persalinan, belum terungkap.
Metode peremajaan miss "V" yang lain adalah Vaginoplasty. Vaginoplasty
dapat dilakukan dengan atau tanpa pemakaian laser. Komplikasi seperti
pendarahan dan infeksi jarang terjadi. Kekhawatiran yang biasa dialami
wanita adalah vagina menjadi terlalu sempit, sehingga hubungan seks
menjadi tidak menyenangkan.
Kebanyakan pasien yang melakukan vaginoplasty adalah yang sedang
mengalami menopause awal, dan mereka yang di usia 30-an. Mereka mengaku
mendapatkan sensasi dan kepuasan seksual yang lebih baik, termasuk
jalinan hubungannya, setelah menjalani operasi ini.
Bagaimanapun, sebaiknya para wanita tidak membiarkan dirinya mudah
tergoda oleh berita yang beredar di masyarakat mengenai tampilan standar
alat kelamin wanita, karena bentuknya memang bervariasi setiap
individu, dan hal tersebut adalah normal. (klikdokter.com/mla)
Source Link




Tidak ada komentar:
Posting Komentar