Penulis: Tenni Purwanti |
Editor: Reza Wahyudi
KOMPAS.com - Boost Conference adalah konferensi yang mempertemukan pengusaha digital Indonesia dengan pembicara dari Silicon Valley dan Jepang secara gratis.
Harapannya, banyak tercipta pengusaha digital lokal yang mampu go international. Selain diskusi panel, acara ini juga memberikan mentorship kepada pengusaha startup digital yang hadir.
Boost
Conference diadakan selama dua hari, yakni 17 dan 18 Januari 2012.
Acara ini dihadiri 44 startup digital Indonesia, dimana masing-masing
startup mengirimkan dua orang delegasi untuk mentorship.
Sebelum mentorship,
di hari pertama digelar empat diskusi panel tentang dasar-dasar
mendirikan startup digital. Berikut adalah rangkuman diskusi panel yang
digelar dalam Boost Conference pada hari pertama, Selasa (17/1/2012).
Dirikan Startup untuk Selesaikan Masalah
Mendirikan
startup harus dimulai dengan motivasi untuk memecahkan masalah. Jika
tidak ada masalah yang hendak diselesaikan, maka startup akan sulit
diterima di kalangan masyarakat.
Moderator panel, Andy Zain, mencontohkan ide membuat Ngojek.com yang memberi solusi terhadap masalah kemacetan di Jakarta, yakni menyediakan layanan ojek yang bisa dipesan melalui website.
Menurut
Brent Hurley (salah satu anggota tim pendiri YouTube), Indonesia
memiliki banyak sekali permasalahan yang sebetulnya bisa menjadi lahan
bagi pengusaha startup digital Indonesia untuk bereksplorasi. "Mudah
bagi pengusaha start up digital Indonesia untuk menemukan masalah,
bahkan mencari masalah untuk diselesaikan sendiri," ungkap Hurley.
Mulai Membangun Produk
Masalah
yang sering terjadi di kalangan startup digital di Indonesia adalah
mulai membangun produk. Kebanyakan pendiri startup ragu untuk membangun
produk karena banyak pertimbangan. Padahal, jika ide sudah diolah dan
bisnis model sudah disusun, sebaiknya startup digital segera memulai
membangun produk.
Hal ini dicontohkan Tatsuya Mizuguchi
(Co-founder and Chief Creative Officer - Q Entertainment) yang pernah
membangun game Sega Rally Championship bersama Sega tahun 2004. Saat
itu, mobil yang digunakan di dalam game adalah mobil Toyota.
Seiring
berkembangnya game Sega tersebut, Toyota kemudian menghadirkan mobil
aslinya untuk dimofikasi ke dalam mesin game, sehingga pemain dapat
memainkan game ini di dalam mobil Toyota asli. "Kuncinya adalah bangun
produk awal, lalu perlahan skilling your product," ujar Mizuguchi.
Marketing Hemat
Setelah
membangun produk, satu hal yang bisa membantu perkembangan produk atau
layanan adalah marketing. Kegiatan marketing bisa dihemat dengan cara
memanfaatkan fungsi sosial media. Danny Wirianto (pendiri MindTalk)
mengatakan, contoh kongkret startup Indonesia yang melakukan marketing
hemat adalah Kaskus.
Dengan hanya mengandalkan format forum,
Kaskus mampu menjadi portal dengan pengunjung lebih dari 40 juta orang
per bulan. Padahal, Kaskus tidak pernah melakukan marketing dengan biaya
mahal. Promosi berjalan menyebar ke seluruh Indonesia hanya dari cerita
seseorang ke seseorang lainnya. "Sekarang, Kaskus punya nilai jual
untuk mencari iklan," jelas Danny.
Sumber Dana dan Estimasi Jangka Panjang
Setelah
startup dibangun, tentu akan membutuhkan dana lebih banyak untuk
kegiatan operasional sehari-hari maupun untuk kegiatan jangka panjang.
Ketika memutuskan mencari dana, perusahaan startup digital harus
merumuskan estimasi kebutuhan dana untuk minimal lima tahun ke depan.
Hal ini disampaikan Jia Shen, co-founder dan CEO Chocobot games.
sourcelink




Tidak ada komentar:
Posting Komentar