Tim Liputan 6 SCTV | Seksologi
Liputan6.com, Jakarta: Anda pasti paham, rokok bisa
menyebabkan berbagai penyakit. Tapi tahukah Anda, rokok ternyata juga
memicu terjadinya disfungsi ereksi dan memperpendek ukuran penis, wow!.
Selama ini rokok dipercaya menyebabkan penyakit jantung, gangguan hati,
stroke, kanker, leukimia, dan berbagai penyakit berbahaya yang lainnya.
Tapi menurut studi penelitian dari Boston University School of Medicine
yang melibatkan 200 partisipan pria perokok, rata-rata perokok mengalami
pemendekan penis hingga 1 cm.
"Ini merupakan penelitian terbesar yang pernah ada tentang rokok yang
terkait dengan sensitivitas seks," ujar Dr. Pedram Salimpour, salah
seorang peneliti studi ini.
Menurut Dr. Salimpour, pengaruh negatif rokok pada penis sama halnya
dengan pengaruh rokok pada hati. Rokok menyebabkan kerusakan pembuluh
darah, yang membuat aliran darah terhambat.
Kemampuan ereksi penis dipengaruhi oleh efek elastin, yaitu protein
jaringan ikat yang elastis, dan memungkinkan jaringan dalam tubuh untuk
kembali ke bentuk semula setelah mengalami peregangan atau kontraksi.
Dr. Salimpour menjelaskan, elastin seperti karet yang bisa meregang dan
kembali ke bentuk semula. Inilah yang terjadi pada penis sebagai akibat
adanya peningkatan aliran darah.
Nah, merokok dapat merusak kemampuan tubuh untuk melakukan peregangan
tersebut, sehingga dapat mempengaruhi ukuran penis dan kemampuan ereksi.
Tapi peneliti belum bisa menentukan berapa banyak rokok yang bisa
merusak elastin dan memperpendek ukuran penis.
"Hal ini masih memerlukan studi lebih lanjut, tapi tampaknya bahaya
rokok lebih rentan terhadap penis ketimbang hati," jelas Dr. Salimpour.
Hal ini disebabkan karena pembuluh darah yang ada di penis jauh lebih
kecil daripada pembuluh darah di hati. Pembuluh darah yang ada di hati
berukuran 1,5 mm, sedangkan pembuluh darah penis 1 mm lebih kecil atau
tepatnya berukuran 0,5 mm.
Buruknya lagi, Dr. Salimpour menjelaskan, terdapat kemungkinan bahwa hal
yang sama bisa terjadi pada perokok pasif. Tapi hal tersebut
membutuhkan penelitian yang lebih lanjut. Jadi, jangan tunda lagi,
segeralah berhenti merokok daripada menyesal kemudian.
(klikdokter.com/mla)
Source Link




Tidak ada komentar:
Posting Komentar