Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.
readbud - get paid to read and rate articles

Senin, 29 November 2010

Rumah Masa Depan: Mungil dan Ramah Lingkungan

VIVAnews - Sebagian besar dari Anda mungkin membayangkan akan bertempat tinggal di rumah yang besar dan bertingkat di masa depan? Tak sekadar lega, anak-anak pun bisa bermain dengan leluasa.

Tapi, apakah pernah terbesit di pikiran Anda jika mempunyai rumah mungil itu sangat menyenangkan? Selain ramah lingkungan, rumah mungil bisa menjadi secuil solusi sederhana untuk mengatasi kepadatan penduduk di bumi.

Weekly World News baru saja melakukan tur singkat pada rumah seluas 96 kaki persegi, setara 29 m2. Tidak perlu kaget. Meskipun terdengar sempit, di rumah buatan Tumbleweed Tiny House Co ini Anda dapat menemukan dapur, ruang kerja, kamar tidur, kamar mandi, hingga lemari pakaian. Layaknya rumah biasa namun didesain sedemikian minimalis. Di akhir tur, Anda akan kepincut dan ingin tinggal di rumahnya.

Dinding rumah ini tidak dibangun dari beton atau semen, melainkan sejenis kayu bangkirai yang sangat kuat dan awet. Tidak hanya dinding, tetapi juga nyaris seluruh interior rumah terbuat dari kayu. Inilah yang membuatnya cukup ramah lingkungan mengingat kayu adalah bahan material yang mudah diperbaharui.

Jay Schafer, sang pemilik perusahaan Tumbleweed Tiny House sekaligus klien atas perusahaannya sendiri. Sehari-hari, dia menghabiskan waktu dan mengistirahatkan raganya di rumah tersebut tanpa perlu menghabiskan kocek dalam jumlah banyak.

Seharusnya, ini menjadi tren yang sangat cepat meluas sejak labilnya pasar properti di negara-negara maju. Di Indonesia atau negara-negara berkembang serupa dengan isu kepadatan penduduk, rumah seperti ini bisa menjadi inspirasi baru bagi untuk membangun rumah di tengah kota. Sebesar apa rumahnya, seluas apa kamar tidurnya, ada baiknya Anda melihat video tentang Tumbleweed Tiny House. Berikut video tur singkat tentang rumah yang ditinggali sang pengembang Jay Schafer:

link sumber

Selasa, 19 Oktober 2010

Salah Hitung, 'Kiamat' Bangsa Maya Bukan 2012

Perhitungan akhir kalender Maya pada 21 Desember 2012, tidak akurat.

VIVAnews -- Tahun 2012 pernah jadi sangat penting dan membuat ketar-ketir gara -gara muncul film Hollywood bertema kiamat, '2012'.

Film besutan sutradara Roland Emmerich itu memanfaatkan mitos akhir penanggalan Bangsa Maya, 21 Desember 2012, sebagai hari kehancuran dunia.

Saat ini, tahun 2012 kembali disebut-sebut gara-gara terbit buku berjudul  "Calendars and Years II: Astronomy and Time in the Ancient and Medieval World" (Kalender dan Tahun II: Astronomi dan Waktu di Dunia Kuno dan Abad Pertengahan) terbitan tahun 2010.

Namun, jangankan soal kebenaran ramalan kiamat. Buku itu malah mengungkap perhitungan akhir kalender 'Long Count' Maya diduga kuat tidak akurat. Selisihnya bisa 50 sampai 60 tahun.

Bagaimana bisa?

Isu besarnya, saat meneliti kalender kuno, arkeolog berusaha mengkorelasikan frame waktu mereka dengan kalender modern (Gregorian).

Misalnya, momentum-momentum penting Bangsa Maya seperti kelaparan perang, perayaan agama -- diterjemahkan dalam format hari/bulan/ tahun masa kini.

Para ahli Maya berusaha menemukan momentum penting yang bisa menghubungkan kelender 'Long Count' dengan Gregorian.

Untuk itu, para ilmuwan Maya menggunakan faktor korelasi yang dinamakan 'Konstanta GMT'. Inisial GMT didapatkan dari nama penemunya --  Joseph Goodman, Juan Martinez-Hernandez, dan J. Eric S. Thompson.

Adalah profesor Gerardo Aldana dari dari University of California, Santa Barbara yang mempertanyakan validitas korelasi -- berdasarkan adanya miskorelasi peristiwa astronomi di masa lalu.

Aldana menuliskan hal itu dalam bab khusus di buku "Calendars and Years II: Astronomy and Time in the Ancient and Medieval World"

Kata dia, Bangsa Maya adalah astronom yang canggih di jamannya. Mereka juga teliti merekam kejadian di langit saat malam hari.

Bangsa Maya mendokumentasikan fase Bulan, gerhana, dan bahkan melacak pergerakan Planet Venus. Catatan mereka memungkinkan mereka untuk memperkirakan siklus astronomi masa depan dengan akurasi besar.

Menurut Aldana, meski GMT menggunakan sumber bukti astronomi, arkeologi, sejarah untuk mengkorelasikan 'Long Count' dengan kalender modern, ada keraguan ketika bukti-bukti itu ditafsirkan dari artefak Maya kuno dan teks kolonial.

Misalnya, peristiwa penting, tanggal pertempuran yang ditetapkan penguasa Dos pilas (situs Maya di Guatemala). Penguasa Balaj Chan K’awiil memilih tanggal ini berdasarkan penampakan 'Chak Ek'.

Oleh arkeolog Stockholm University, Johan Normark, 'Chak Ek' diartikan sebagai Venus. Namun, Aldana dalam studinya menentang hal itu. Kata dia, 'Chak Ek' adalah meteor.

Bayangkan, jika kejadian dikorelasikan dengan Venus tapi sejatinya itu berkaitan dengan peristiwa acak seperti halnya penampakan meteorit? Jelas hasil dari menghubung-hubungkan waktu dalam kalender Maya dengan kalender modern acak-acakan dan pasti selisih.

Dalam tulisannya, Aldana menyajikan beberapa alasan mengapa konstanta GMT tak bisa diandalkan. Dia bukan orang pertama yang meragukannya.

Namun, penelitian lebih lanjut seperti penentuan waktu dengan  radiokarbon perlu dilakukan untuk mendukung dalilnya.
Jadi, masih percaya kiamat bakal terjadi 2012?

(Sumber: LiveScience, Discovery News/hs)

Link Source: salah hitung kiamat bangsa maya

Minggu, 17 Oktober 2010

Google Kembangkan Mobil Nyetir Sendiri

VIVAnews - Google mengumumkan bahwa mereka mengembangkan mobil yang bisa mengemudikan diri sendiri secara otomatis di jalan raya. Mobil tersebut sudah diuji coba di jalan-jalan di sekitar California selama beberapa bulan terakhir.

Meski proyek ini merupakan proyek yang tidak lazim yang dikerjakan Google, akan tetapi menurut sejumlah analis, mobil otomatis memiliki kelebihan yang sangat penting. Dan sejauh ini, baru satu kecelakaan yang terjadi pada mobil tersebut yakni ditabrak dari belakang oleh mobil yang dikendarai manusia saat mobil otomatis itu berhenti di lampu merah.

Sejak beberapa waktu lalu, mobil itu sudah dites di jalan sekitar California dari Silicon Valley ke Santa Monica. Secara total, jarak sejauh 140 ribu mil sudah ditempuh. Akan tetapi, demi menjaga keamanan, jika terjadi kerusakan mendadak pada sistem, setiap mobil yang diuji coba tetap ditumpangi manusia. Satu orang di kursi sopir untuk berjaga-jaga, satu orang di kursi penumpang untuk memonitor kerja software lewat komputaer.

Seperti dikutip dari Mashable, 11 Oktober 2010, Google mempekerjakan insinyur yang sebelumnya pernah berpartisipasi dalam kompetisi dan balapan yang melibatkan mobil otomatis. Langkah ini merupakan titik penting yang diambil Google, yang sudah mulai mengembangkan teknologi itu sejak tahun 2005 lalu.

Salah satu tujuan Google dalam menggelar proyek ini adalah demi keamanan lalu-lintas. Google yakin, teknologi dapat memangkas separuh kematian akibat berkendara karena komputer seharusnya mampu menyetir kendaraan lebih baik dibanding manusia, dalam kondisi yang tepat.

Kendaraan yang dikembangkan Google juga memiliki kemampuan bereaksi yang cepat dalam waktu singkat. Selain itu, kemampuannya memantau hingga 360 derajat memungkinkan kendaraan itu berjalan lebih rapat di jalan raya dibandingkan dengan kendaraan yang dikemudikan manusia. Ini diyakini dapat mengurangi panjangnya antrian kendaraan. Komputer juga lebih berhati-hati saat menginjak gas, sehingga mereduksi konsumsi bensin.

Akan tetapi, yang paling diincar oleh Google dengan mobil otomatis ini adalah waktu yang bisa dihemat oleh pengendara. Saat mereka di mobil, mereka tidak perlu menyetir. Pengendara bisa melakukan hal produktif seperti bekerja lewat koneksi internet nirkabel, menyaksikan siaran televisi atau menikmati hiburan lainnya.

Google sendiri memang tidak menyebutkan secara eksplisit, akan tetapi menurut sejumlah pengamat, pengendara tersebut berpotensi menghabiskan waktunya lebih banyak dalam memanfaatkan produk-produk Google atau menyimak iklan yang digelar di jaringan Google.

Teknologi mobil otomatis ini masih cukup jauh dari sempurna. Diperkirakan, masih dibutuhkan sekitar 8 tahun sampai mobil dapat dipasarkan. Belum lagi masalah dengan aturan dan undang-undang seputar lalu-lintas yang mengasumsikan bahwa manusialah yang menggerakkan kendaraan yang melintas di jalan.
• VIVAnews

Link Source Artikel

Senin, 04 Oktober 2010

Gugatan Ahmad Dhani & Nasionalisme Generasi MTV

Jumat, 28/11/2008 10:55 WIB
Ari Saputra - detikNews
 
Jakarta - Musikus Ahmad Dhani kembali terantuk kerikil. Dia dilaporkan ke Mabes Polri oleh sekelompok orang dengan tudingan menodai simbol negara. Sebab, video klip terbaru Ahmad Dhani menampilkan bendera merah putih yang ditempeli logo Dewa 19. Lalu berkibar-kibar melatari band populer itu memainkan musik pada video klip lagu "Perempuan Paling Cantik di Negeriku Indonesia".

Kasus Dhani menambah daftar kasus menggugat kreatifitas atas alasan merusak simbol negara. Dalam konsep yang lebih besar, budaya populer yang sifatnya luwes dan cair beradu muka dengan tafsiran nasionalisme doktriner yang kaku serta membosankan.

Sebelumnya, Ahmad Dhani masih lewat Dewa 19 sempat digugat oleh elemen Islam garis keras. Lantaran logo Dewa 19 yang dianggap menyerupai kaligrafi "Muhammad" dijadikan alas panggung video klip. Di atasnya, grup band bertemakan cinta tersebut menyanyi. Praktis, Dhani cs menginjak logo yang menurut Dhani dalam permintaan maafnya hanya sekedar mengedepankan estetika tanpa bermaksud menghina.

Terlepas dari kehidupan pribadinya, sosok Dhani memang nyentrik. Lirik dan lagunya lebih dari sekedar percintaan gaya Kahlil Gibran. Ada aroma sufi yang mengalir, perenungan mendalam. Selebihnya, adalah kritik sosial.

Simak dalam lirik lagu "Kenyataan dalam Dunia Fantasi". Berkolaborasi dengan grup band cadas "Koil", ia mengkritik bangunan nasionalisme yang usang. Bahasanya lugas tanpa tedeng aling-aling.

Kritik itu tidak berhenti pada bahasa verbal. Secara simbol, dia mencoba mendobrak kekakuan berfikir lewat logo Dewa 19 pada bendera merah putih itu. Bahwa merah-putih juga proses kreasi historis yang perlu dilanggengkan lewat bahasa populer.

Generasi muda sekarang - segmentasinya Dewa 19 - adalah hasil dari budaya massa. Generasi yang lebih patuh pada iklan dan MTV daripada mengerjakan tugas sekolah.

Pada titik didih tersebut, patutlah memahami jika zaman sudah berubah. Nasionalisme bukan lagi produksi orator di tengah perang, di ruang kelas dalam penafsiran konservatif ataupun pidato pejabat yang membosankan.

Dhani mencoba bicara nasionalisme menggunakan bahasanya, kepada generasinya, di zamanya. Ia nyatakan, untuk menggambarkan Indonesia Raya, disimbolkan dengan sosok perempuan, "perempuan paling cantik di negeriku Indonesia". Tak heran sosok perempuan secara harfiah justru jarang dimunculkan dalam videoklip tersebut karena lagu itu untuk nasionalisme zonder penistaan isme kebangsaan.

Lebih tepatnya, perempuan dalam lirik tersebut adalah bahasa ngepop untuk istilah konvensional  "ibu pertiwi". Oleh karenanya, Dhani lebih memilih diksi "cantik" yang berkonotasi lebih universal dan netral. Berbeda dengan kata "seksi" pada lagu untuk Mulan, "Makhluk Tuhan Paling Seksi" yang lebih identik dengan roman percintaan dan pemaknaan tubuh perempuan secara sensual.

Simak beberapa liriknya.

Merah darahku, putih tulangku/
Saat aku menatap wajahmu/
Bergelora seluruh jiwaku/
Saat kuyakin kamulah hidupku//

Kamu adalah perempuan paling cantik di negeriku Indonesia/
Kamulah yang nomor satu/
takan ada perempuan yang lainnya//

Jika penafsiran ini layak, maka persoalan logo Dewa 19 di atas bendera merah putih akan menjadi bahasa visual saja. Fungsinyapun sebatas penegas akan sebuah kekuatan nasionalisme yang dibawa tanpa maksud menghina.

Di beberapa negara, logika di atas seringkali dipraktikan. Madonna kerap menggunakan bendera Amerika pada video klip seperti pada klip film "American Pie". Lebih berani, grup cadas Green Day menulis lirik "American Idiot" dengan videoklip yang cukup nyentil. Di Inggris, lagu kebangsaan "Save My Queen" kerapkali diplesetkan ataupun diremake menggunakan irama musik yang lebih ngepop.

Contoh terbaru pada Pilpres AS lalu saat diadakan kontes mirip Sarah Palin. Pesertanya menggunakan bikini (hanya cawat dan BH)  bermotif bendera Amerika. Tak ada tuntutan ataupun tudingan black campaign setelahnya.

Sebab, bagi warga negara yang cerdas, nasionalisme adalah sesuatu yang menarik dan tidak untuk menakut-nakuti.

* Penulis adalah wartawan detikcom. Tulisan ini merupakan pendapat pribadi dan tidak menggambarkan sikap/pendapat tempat institusi penulis bekerja.

Source Link:  http://www.detiknews.com/read/2008/11/28/105524/1044457/103/gugatan-ahmad-dhani-nasionalisme-generasi-mtv

Rabu, 22 September 2010

Habis Dewa19 Terbitlah Mahadewa

Ahmad Dhani bercerita soal band terbarunya tanpa vokalis Once.
 
Jumat 17 September Ahmad Dhani mengirim pesan pendek, “Kapan ke rumah? Aku mau tunjukin album rap produced by Ahmad Dhani.”  Album rap yang dimaksud adalah milik artis Republik Cinta Management (RCM), The Law. Dan hari Sabtu siang, 18 September  pukul dua siang saya sudah berada di studio rumahnya di kawasan Pondok Pinang, Pondok Indah. Kami berbincang sambil menikmati lagu-lagu baru dari band yang berada di bawah bendera RCM. 
 
Saya sempat dikasih bocoran 4 lagu The Law, album hip-hop/rap yang dengan lirik segar. Single baru Mulan Jameela yang akan diberi judul ”Abracadbra” serta dua lagu Lucky Laki berjudul ”Angin” (lagu lama Dewa19) dan sebuah lagu milik All American Reject berjudul ”Dirty Little Secret” yang dibawakan oleh ketiga anak Dhani dan Maia: Al, El dan Dul.
 
Sebelumnya pada tanggal 5 September saya sempat bertandang ke rumahnya. Saat itu Dhani mengundang dalam rangka buka puasa bersama sekaligus memperingati ulang tahun Syekh Faroukh Bulsara, begitu Dhani menyebut idolanya, vokalis Queen: Freddie Mercury. Sayang saat itu suasana terlihat ramai, jadi kemungkinan untuk menanyakan akan hal mundurnya Once dari Dewa19 rasanya kurang tepat. Terlihat banyak teman dekat Dhani hadir malam itu. Ada Ari Lasso, Andra, Tepi, Albert Wijaya, Luna Maya, Olla Ramlan, Vita (manajer Luna Maya), bahkan Maia. Suasana santai, Dhani malah sempat memamerkan koleksi Queen yang malam itu sengaja dipajang khusus. Memorabilia dari mulai gitar, buku, piringan hitam, serta berbagai pernak-pernik Queen lain. Namun malam itu tak terlihat Once.
 
Tanggal 24 Agustus di acara ulang tahun SCTV Dewa19 tampil dengan dua vokalis, Ari Lasso dan Once. Lagu yang dipilih untuk acara SCTV itu juga menarik, “Kangen” serta “Elang”. Lagu ”Kangen” adalah yang membawa Dewa19 ke khalayak musik Indonesia. Sementara lagu ”Elang” adalah lagu perpisahan Ari Lasso untuk di Dewa19, lagu yang direkam Ari Lasso bersama Dewa19 sebelum dirinya ”kabur” dari Dewa19. ”Bukan dipecat atau mengundurkan diri, tapi ’Kabur’ ya?” kata Ari Lasso terkekeh di acara Music Biz on Rolling Stone Cafe, 17 September 2010 kemarin. Kabar mengemuka bahwa Once resign dari Dewa19, dan malam puncak ulang tahun SCTV itu adalah konser terakhir Once dengan Dewa19. 
 
Ketika saya meminta konfirmasi keeseokan harinya Dhani cuma bilang. ”Aku no comment, nggak mau bahas dulu.” Sementara Once yang saya coba hubungi juga cuma bilang, ”Oke, gua lagi jenuh dengan Dewa. Tapi detailnya aku belum mau bicara dulu,” begitu tulis Once dalam pesan pendeknya. Sejak saat itu kabar tentang mundurnya Once dari Dewa19 makin ramai. Namun Dhani, Once, Andra, Yuke, atau Agung terlihat belum memberikan berita resmi sampai saya bertemu Dhani pada 18 September 2010 lalu. 
 
”Once memang katanya sempat mengirim SMS mau resign ke Iwan (manager Dhani dan Dewa19) dan gua. Tapi ke gua nggak nyampe. Gua lagi di London saat itu,” kata Dhani saat mengantar saya turun dari studionya yang terletak di lantai 2 di rumahnya. ”Ini malah sudah ada tawaran main Dewa19 lagi di Malaysia,” katanya. ”Siapa yang jadi vokalis?” Pancing saya. ”Ya, Judika!” kata Dhani sambil tersenyum.
 
Judika, finalis Indonesian idol memang sedang dekat dengan Dhani. Siang itu saya diberi kesempatan menyimak lagu baru Dhani dengan vokalis Judika. Sebuah lagu berjudul ”Cinta Itu Buta.” Lagu rock dengan bungkus musik Dewa dengan bangun komposisi yang menggabungkan musik Linkin Park dan Nine Inch Nails. ”Judika itu luar biasa vokalnya, dia bisa menjangkau nada tinggi. Hampir mendekati vokal Mulan kalau nada tinggi,” kata Dhani yang diamini Mulan yang siang itu ikut berada di studio. ”Ini baru jadi satu lagu, Andra saja belum dengar lagu ini,” kata Dhani.
 
Selain memberi kesempatan menyimak lagu-lagu dari artis yang berada di manajemennya seperti The Law, Mulan Jameela, dan Lucky Laki,  Dhani juga memperdengarkan 3 lagu baru Dewa19. Dua lagu bahkan sudah ada vokalnya Once, ”Popularitas Adalah Tuhan” serta ”Juliette”, serta sebuah lagu yang masih berupa demo berjudul “Jakarta”. Belum jelas bagaimana nasib lagu-lagu tersebut kalau Once jadi resign dari Dewa19.
 
Proyek Dhani yang melibatkan nama Judika menurut Dhani akan diberi nama Mahadewa. Di grup ini akan bergabung Andra Ramadhan (Dewa19 & Andra & The Backbone). ”Siapa lagi personel band ini?” Ada Joseph Sudiro (bassis band Vox dari Surabaya) yang akan menjadi pemain bas. Sementara pemain drumnya adalah Ikmal Tobing, putra drummer Jelly Tobing dan saat ini menjadi drummer T.R.I.A.D. (The Rock Indonesia Ahmad Dhani).
 
Apakah ini line up utama Mahadewa, Dhani belum mengiyakan. ”Ya, rencana sih mereka yang akan masuk dalam line-up Mahadewa,” ujar Ahmad Dhani.
 
link source: http://www.rollingstone.co.id/read/2010/09/21/832/5/1/Habis-Dewa19-Terbitlah-Mahadewa

Jumat, 27 Agustus 2010

One Piece


One Piece (ワンピース wanpīsu) adalah sebuah anime dan manga tentang sekelompok bajak laut yang dipimpin oleh Monkey D. Luffy yang pergi mencari harta karun legendaris bernama One Piece.
One Piece diciptakan oleh Eiichiro Oda. Komiknya dimulai pada 1997 di Shonen Jump terbitan Shueisha dan hingga kini masih terus berlanjut. Versi TV nya dimulai pada Oktober 1999. Hingga 2009, lebih dari 552 cerita dan 54 jilid versi manganya telah diterbitkan. Di Indonesia manga ini diterbitkan Elex Media Komputindo dan hingga kini telah mencapai jilid ke-54. Versi TV-nya, yang diproduksi Toei, telah mencapai 312 episode di Jepang. Selain itu, delapan film layar lebarnya juga telah beredar. Di Indonesia sendiri pernah ditayangkan di RCTI dan kini ditayangkan di Global TV.
One Piece sukses berkat ceritanya yang kuat, penuh fantasi, nuansa humor yang khas, tokoh-tokohnya yang beraneka ragam, pertarungan yang ketat antara tokoh-tokoh yang aneh, serta tokoh-tokoh yang diceritakan secara mendalam. Sepertinya sangat jarang manga shonen yang mengangkat cerita tentang bajak laut. Popularitasnya di Jepang telah menyaingi Dragon Ball. Beberapa manga lainnya yang hampir mencapai kesuksesan seperti One Piece adalah InuYasha dan Naruto.
Pada Februari 2005, One Piece mencetak rekor di Jepang sebagai penerbitan manga yang tercepat mencapai 100.000.000 eksemplar. Source Original